Laga Final Liga Champions Paling Dramatis

Liga Champions adalah perhelatan sepakbola terbesar dan terkaya di daratan Eropa bahkan di Dunia. Liga Champions musim lalu memunculkan nama Bayern Munich sebagai jawara Eropa, usai mengalahkan Borussi Dormunt dipartai puncak dengan skor 2-1.

Namun tak sedikit laga puncak perhelatan tersebut harus berakhir lewat drama adu penalti, semisal pada Liga Champions musim 2011/12 yang mempertemukan Bayern Munich vs Chelsea, yang harus diakhiri dengan adu penalti dimana The Blues keluar sebagai pemenangnya. Berbicara mengenai hal tersebut, berikut kami sajikan info menarik mengenai 3 laga final Liga Champions yang berakhir lewat drama adu penalti dan menurut kami paling dramatis.

1. Bayern Munich vs Chelsea, Final Liga Champions Musim 2011/12

Bayern Munich vs Chelsea, Final Liga Champions

Pada perhelatan Liga Champions musim 2011/12, mempertemukan Bayern Munich kontra The Blues Chelsea dipartai puncak. The Bavarian selaku tim tuan rumah, harus menerima kenyataan pahit usai ditaklukkan wakil Inggris Chelsea lewat drama adu penalti.

Pada awalanya Bayern Munich unggul lebih dulu lewat gol Thomas Muller dimenit ke-83, namun disamakan Chelsea dua menit jelang laga usai lewat tandukkan Didier Drogba. Skor imbang 1-1 memaksa pertandingan harus dilanjutkan lewat perpanjangan waktu. Di perpanjangan waktu, Munich nyaris memenangkan pertandingan jika tendangan penalti Arjen Robben tak ditepis Petr Cech. Pertandingan yang harud di akhiri lewat duel adu penalti, dimenangkan oleh The Blues Chelsea. 2 eksekutor Munich gagal melaksanakan tugasnya, sementara Chelsea hanya 1 orang saja yakni Juan Mata. Chelsea pun menjadi juara untuk pertama kalinya dalam ajang tersebut.

2. Manchester United vs Chelsea, Final Liga Champions Musim 2007/08

Manchester United vs Chelsea, Final Liga Champions

Pada partai puncal Liga Champions musim 2007/08 mempertemukan 2 wakil Inggris, yakni Manchester United vs Chelsea. Pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1, harus dilanjutkan lewat perpanjangan waktu. Dan laga tersebut harus ditentukan lewat drama adu penalti.

Sebelumnya Chelsea lebih diuntungkan, karena penendang kelima MU yakni Cristiano Ronaldo gagal mengeksekusi penalti. Namun hal diluar dugaan terjadi, saat penendang kelima Chelsea yakni John Terry tergelincir saat akan menendang dan memaksa bola melambung tinggi.

Hal tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Setan Merah, dua penendang mereka Ryan Gigs dan Anderson melaksanakan tugasnya dengan baik. Sementara penendang ketujuh Chelsea yakni Nicolas Anelka gagal mengeksekusi penalti, yang membuat MU keluar sebagai Juara kala itu.

3. AC Milan vs Liverpool, Final Liga Champions Musim 2004/05

AC Milan vs Liverpool

Dan partai final Liga Champions yang paling dramatis adalah di musim 2004/05, yang mempertemukan raksasa Italia AC Milan kontra Liverpool.

Laga yang berlangsung di Istambul, Turki ini adalah final paling dramatis yang tak akan pernah dilupakan oleh penggila bola diseluruh Dunia. AC Milan yang telah unggul 3-0, diprediksi akan memenangkan pertandingan, namun kenyataan berkata lain. Liverpool sukses menyamakan kedudukan lewat gol Steven Gerrard, Vladimir Smicer, dan Xabi alonso, yang memaksa laga normal berakhir dengan skor imbang 3-3 dan dilanjutkan lewat babak tambahan.

Namun hingga babak ekstra time usai skor tidak berubah, dan laga harus ditentukan lewat drama adu penalti. Namun AC Milan harus menerima kenyataan pahit, dimana 3 eksekutor mereka yakni Seginho, Pirlo, dan Shevchenko gagal mengeksekusi penalti. Sementara The Reds hanya sekali gagal melalui eksekusi John Arne Riise. Liverpool pun keluar sebagai juara kala itu, dan pertandingan tersebut dikenang sebagai laga final Liga Champions paling dramatis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *